SEKILAS INFO
  • 5 bulan yang lalu / Kami membuka peluang Gratis Pembuatan Website Untuk Pondok Pesantren Profesional Gratis Untuk Semua Daerah Silahkan Contact Kami Via WhatsApp
  • 7 bulan yang lalu / Selamat Datang di Situs Sejarah Kuamang Kuning, Jika Membutuh Informasi Silahkan Hubungi Nomor Kami yang tersedia di website kuamangkuning.com
WAKTU :

Amalan di Bulan Dzulhijjah

Terbit 8 Juli 2022 | Oleh : Ahmad Bukhari | Kategori : Ibadah
Amalan di Bulan Dzulhijjah

Amalan di Bulan Dzulhijjah adalah bulan yang dimuliakan oleh Allah. Oleh sebab itu, sebagai seorang muslim sudah sebaiknya kita memperbanyak amalan sholeh. Amalan sholeh pada 10 hari awal bulan Dzulhijjah merupakan amalan yang dicintai oleh Allah. Maka pantaskah kita acuhkan Amalan Sholeh ini?

10 Hari pertama Bulan Dzulhijjah memiliki keutamaan yang tidak dimiliki bulan lain dan menjadikan an-Nahr sebagai hari terbaik.

Amalan di Bulan Dzulhijjah

Terdapat beberapa amalan yang dikerjakan oleh Rasulullah dan orang-orang sholeh pada 10 Hari Awal Bulan Dzulhijjah.

Apa Keutamaan Bulan Dzulhijjah

Keutamaan ini harus diiringi dengan bersungguh-sungguh dan mengharap ridha Allah. Niat yang ikhlas untuk memperoleh pahala dari Allah menjadi syarat utama dalam mengamalkan amalan-amalan sholeh di Bulan Dzulhijjah ini.

Amalan yang disukai dan Beberapa Amalan di Bulan Dzulhijjah yang dijelaskan oleh Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri pada 10 Hari Awal Bulan Dzulhijjah, diantaranya:

1. Melakukan ibadah haji dan umrah

Amalan yang paling utama dilakukan pada bulan Dzulhijjah adalah melakukan ibadah haji dan umrah. Bahkan dalam salah satu hadisnya, Nabi Muhammad menyatakan, jika dikerjakan, maka amalan ini akan diganjar dengan

2. Dianjurkan Menunaikan Puasa Sunah

Para ulama menganjurkan umat Muslim untuk berpuasa sunah ketika bertemu bulan Dzulhijah.

3. Menjauhkan Zina dan Perbuatan Keji

Merayakan bulan suci Dzulhijah akan menjauhkan manusia dari perbuatan zina dan keji. Maksiat adalah penyebab terjauhkan dan terusirnya umat manusia dari Allah SWT.

4. Zikir dan Bertasbih

Memperbanyak amalan zikir dan bertasbih merupakan amalan dan keutamaan bulan Dzulhijah lainnya. Zikir dan bertasbih ini termasuk bertahlil, istigfar, serta bertahmid. Melakukan ini bisa dengan memperbanyak membaca doa-doa dan ayat suci Alquran.

5. BerQurban

Hari raya Idul Adha atau sering dikenal dengan hari raya qurban, karena pada tanggal 10 Dzulhijjah tersebut, umat Islam berlomba-lomba menyisihkan sebagian hartanya untuk membeli kambing, lembu atau unta untuk disembelih setelah shalat hari raya Idul Adha dilaksanakan dan tiga hari setelahnya atau yang kita kenal dengan hari tasyrik.

6. Bertaubat (tidak bermaksiat)

Perintah bertaubat dan tidak melakukan maksiat sudah menjadi kewajiban kita sebagai umat Islam untuk melaksanakan perintah tersebut, namun hal serupa ditekankan bagi umat Islam bertaubat dari berbagai dosa dan maksiat di awal bulan Dzulhijjah. Artinya kita menyibukkan diri di awal bulan Dzulhijjah dengan amal-amal shaleh serta meninggalkan kezholiman terhadap sesama.

7. Memperbanyak Sedekah

Memperbanyak Sedekah karena manusia yang paling dicintai oleh Allah yaitu manusia yang bermanfaat dan berguna bagi orang lain. Sedekah berarti memberikan kegembiraan serta menghapus kesusahan orang lain pula.

Apa Kewajiban Kita Bulan Dzulhijjah

Keistimewaan 10 malam hari pertama bulan Dzulhijjah sangatlah besar. Amalan shaleh yang dikerjakan oleh kita diistimewakan dan dicintai oleh Allah serta dilipatgandakan pahalanya yang mana hal ini merupakan nikmat dan karunia dari Allah kepada hambaNya.

Maka kita wajib mensyukurinya dengan sungguh-sungguh meningkatkan ketaatan kita kepada Allah. Walapun sejatinya, amalan-amalan shaleh yang tertera tidak berpacu mutlak hanya pada  yang disebutkan diatas, amalan shaleh lainnya seperti shalat, sedekah, membaca Al-Qur’an juga patut dikerjakan oleh umat Islam dalam kesehariannya.

Bulan Duzlhijjah merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dan masuk asyhurul hurum atau bulan yang diaramkan untuk berbuat maksiat, kerusakan maupun pembunuhan. Allah SWT berfirman:

اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۗذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةً ۗوَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ

Artinya: Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kalian menganiaya diri kalian dalam bulan yang empat itu dan perangilah kaum musyrik itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kalian semuanya; dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang bertakwa”. (QS. At Taubah: 36)

Para ulama tafsir merespons ayat tersebut tentang keutamaan Bulan Zulhijjah. Yakni dalam bulan-bulan Haram itu dilarang berbuat aniaya terhadap diri kalian sendiri, karena dalam bulan-bulan Haram itu sanksi berbuat dosa jauh lebih berat daripada dalam hari-hari lainnya.

Sebagai­mana perbuatan maksiat yang dilakukan di dalam Kota Suci Mekah, berlipat ganda dosanya.

Ibnu Qatadah mengatakan melakukan perbuatan aniaya dalam bulan-bulan Haram, maka dosa dan sanksinya jauh lebih besar daripada melakukan perbuatan aniaya dalam bulan-bulan yang lain, sekalipun pada prinsipnya perbuatan aniaya itu – kapan saja dilakukan – dosanya tetap besar. Tetapi Allah lebih memperbesar urusan-Nya sesuai dengan apa yang dikehendaki-Nya.

Rasulullah SAW dalam khutbah terakhirnya saat melaksanakan haji wada’ bersabda:

الزَّمَانُ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ ، السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا ، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ، ثَلاَثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ ، وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِى بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ

“Ingatlah, sesungguhnya zaman telah berputar seperti keadaannya sejak hari Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun terdiri atas dua belas bulan, empat bulan di antaranya adalah bulan-bulan haram (suci); tiga di antaranya berturut-turut, yaitu Zul Q dah, Zul Hijjah, dan Muharram; yang lainnya ialah Rajab Mudar, yang terletak di antara bulan Jumada (Jumadil Akhir) dan Sya’ban”. (HR. Imam Bukhari)

Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah

Keutamaan Bulan Dzulhijjah selain sebagai bulan haram, ada 10 hari pertama yang disebutkan secara khusus. Dikutip dari Buku Amalan Ibadah Bulan Dzulhijjah karya Hanif Luthfi MA, keutamaan 10 hari pertama Bulan Dzulhijjah adalah keistimewaan yang datangnya langsung dari syariat.

Ada sekian teks wahyu yang menunjukkan keutamaan tersebut. Karena itu, Muslim dianjurkan untuk memperbanyak amalan ibadah di 10 hari pertama Bulan Dzulhijjah di antaranya memperbanyak dzikir, puasa 9 hari termasuk Tarwiyah dan Arafah, melaksanakan ibadah haji, berqurban dan shalat Idul Adha.

Berikut 6 amalan 10 hari pertama Bulan Dzulhijjah:

1. Memperbanyak Dzikir

Memasuki awal Bulan Dzulhijjah, Muslim dianjurkan memperbanyak zikir terutama pada 10 hari awal bulan.

{وَيَذْكُرُوا اسْمَ الله في أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ}، قال ابن عباس: أيام العشر.

“Dan mereka menyebut nama Allah di hari-hari yang ditentukan”. Memperbanyak dzikir merupakan amalan Bulan Dzulhijjah yang istimewa.

2. Membaca Takbir, tahmid, tahlil dan tasbih

وعن ابن عبَّاس رضي الله عنهما قال: قال رسول الله ﷺ: “ما من أَيَّامٍ أَعْظَمُ عِنْدَ الله، ولا أَحَبُّ إلى الله العَمَلُ فيهِنَّ من أَيَّامِ العَشْرِ، فأَكثرُوا فيهِنَّ من التَّسْبِيح، والتحميد، والتهليل، وَالتَّكْبِير”. رواه الطبراني في الكبير بإسناد جيد كما قال المنذري في الترغيب (١٧٢٥)

Dari Ibnu ‘Abbas radliya Allahu ‘anhuma ia berkata: Bersabda Rosulullah sholla Allahu ‘alaihi wa sallam: Diantara hari-hari tidak ada hari yang lebih agung menurut Allah dan tidak ada hari yang paling di cintai Allah dari pada hari sepuluh (sepuluh hari awal dzulhijjah), maka pada hari itu perbanyaklah membaca tasbih, tahmid, tahlil dan takbir. (HR. Ath-Thobaroni).

3. Puasa 9 Hari di 10 Hari Pertama

Muslim dianjurkan untuk puasa sunah sejak hari pertama hingga hari kesembilan (1-9) Bulan Dzulhijjah. Jika tidak bisa, dianjurkan puasa di hari ke-8 dan 9. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَا مِنْ أَيَّامٍ أَحَبّ إِلَى اللَّهِ أَنْ يُتَعَبَّدَ لَهُ فِيهَا مِنْ عَشْرِ ذِي الْحِجَّةِ يَعْدِلُ صِيَامُ كُلِّ يَوْمٍ مِنْهَا بِصِيَامِ سَنَةٍ وَقِيَامُ كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْهَا بِقِيَامِ لَيْلَةِ الْقَدْرِ

Artinya: Tidak ada hari-hari yang lebih Allah sukai untuk beribadah selain sepuluh hari pertama bulan Dzul Hijjah, satu hari berpuasa didalamnya setara dengan setahun berpuasa, satu malam mendirikan shalat malam setara dengan shalat pada malam Lailatul Qadar.

Para ulama menerangkan maksud puasa di awal bulan Dzulhijjah yakni berpuasa pada hari delapan bersama puasa hari Arafah.

4. Menunaikan Ibadah Haji

Menunaikan haji ke Baitullah merupakan keinginan tiap Muslim terutama yang mampu secara ekonomi maupun fisik.  Menunaikan ibadah haji dengan ikhlas pahalanya sangat besar dan berhak menyandang haji mabrur.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ سُئِلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الْأَعْمَالِ أَفْضَلُ قَالَ إِيمَانٌ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ قِيلَ ثُمَّ مَاذَا قَالَ جِهَادٌ فِي سَبِيلِ اللَّهِ قِيلَ ثُمَّ مَاذَا قَالَ حَجٌّ مَبْرُورٌ

Dari Abu Hurairah radliallahu anhu berkata; Ditanyakan kepada Nabi Shallallahualaihiwasallam: “Amal apakah yang paling utama?”. Beliau menjawab: “Iman kepada Allah dan rasulNya”. Kemudian ditanya lagi: “Kemudian apa?” Beliau menjawab: “Al Jihad fii sabiilillah”. Kemudian ditanya lagi: “Kemudian apa lagi?” Beliau menjawab: “Hajji mabrur”. (HR. Bukhari) [ No. 1519 Fathul Bari] Shahih.

5. Shalat Idul Adha

Imam Bukhori menyebutkan dalam Kitab Shohihnya dari Ibnu Abbas bahwa hari-hari yang ditentukan adalah sepuluh hari Dzulhijjah. Dalam hadits shohih disebutkan:

وعن جابر بن عبد الله رضي الله عنه، أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: أفضل أيام الدنيا أيام العشر.

Dari Jabir bin Abdullah Rosulullah bersabda: “Hari yang paling utama di dunia adalah hari sepuluh Dzulhijjah”. (Shohihul Jami’)

6. Berqurban

Amalan utama lainnya yang perlu dilakukan tiap Muslim yakni berqurban dengan menyembelih hewan ternak selepas shalat Idul Adha hingga hari tasyrik. Rasulullah SAW bersabda:

عَنْ الْبَرَاءِ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ ذَبَحَ بَعْدَ الصَّلَاةِ تَمَّ نُسُكُهُ وَأَصَابَ سُنَّةَ الْمُسْلِمِينَ

Dari Amir dari Al Barra`, bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:

“Barangsiapa menyembelih (hewan kurban) setelah shalat (ied) maka ibadah kurbannya telah sempurna dan dia telah melaksanakan sunnah kaum Muslimin dengan tepat.” (HR. Bukhari) [No. 5545 Fathul Bari] Shahih.

Demikian pembahasan mengenai amalan 10 hari pertama Bulan Dzulhijjah yang memiliki banyak keutamaan dan keistimewaan. Yuk amalkan.

Wallahu A’lam Bishowab.

Tausiyah Lainnya